Sering sekali kita mendengar dari ustadz, pendeta, rahib, dan pemuka agama lain bahwa yang menjadi musuh terbesar dari manusia adalah diri sendiri. Salah satu masalah terbesar dalam diri adalah kemarahan.
Berikut ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi amarah yang berkecamuk dalam diri:
1. Berhenti sejenak
Ambil napas sedalamnya, kemudian hembuskan secara teratur merupakan trik termudah. Apabila belum berhasil, maka lakukan lagi dan lagi hingga Anda merasa tenang. Cara ini dilakukan para penggiat yoga yang membutuhkan ketenangan tingkat tinggi.
2. Berfikir sebelum bertindak
Apa yang akan anda lakukan pad saat momen marah itu? Memukul orang yang menenangkan Anda, merusak sekeliling untuk sekedar melegakan hati, atau tindakan buruk lainnya. Pikirkan dampak yang ditimbulkan sebelum bertindak, karena secara alamiah akan membuat hati Anda lebih nyaman.
3. Identifikasi penyebab
Sekilas saja tentu Anda pasti mengerti kenapa Anda harus marah. Tapi coba identifikasi lebih dalam kenap hal itu sampai terjadi, dan temukan solusinya sebelum melampiaskan amarah. Saya yakin ini akan lebih memberi manfaat kepada Anda.
4. Ingat kebaikannya
Jika Anda marah pada seseorang atas apa yang dia perbuat, cobalah kembali mengingat hal-hal baik yang telah dilakukannya. Niscaya dengan melakukannya perasaan Anda akan sedikit membaik.
5. Membasuh kepala
Bagi orang Islam, obat yang manjur untuk menenangkan hati yang diliputi amarah adalah berwudhlu. Cara ini juga bisa diadopsi lho bagi Anda yang non Islam. Basuh kepala Anda untuk menenangkan diri dan membuat pikiran lebih fresh
6. Meditasi
Ikutlah dalam kegiatan-kegiatan seperti meditasi, yoga, dan olahraga relaksasi sejenis untuk mengatur tempo pernapasan. Selain itu, olahraga ini membantu Anda untuk mengurangi stress dan rasa marah.
7. Menjauh sementara
Apabila beberapa tips diatas belum bisa membantu secara optimal, maka menjauhlah dari hal-hal yang membangkitkan amarah untuk sementara. Ini bukan berarti Anda menghindar, tapi untuk mencari sedikit ruang untuk bernapas lega. Setelah itu kembali, dan bereskan masalah yang ada.


The Fashion For Men

Posted in:
0 comments:
Post a Comment